Tampilkan postingan dengan label entertaintment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label entertaintment. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Oktober 2012

Belajar Telepati

Salam gan..

Ini trit ane kedua gan, cuma pengen share aja. Sejak SMP, Ane kebetulan mengetahui cara unik membaca pikiran orang lain (telepati). Dan selalu ane coba praktekkan ke temen-temen ane di SMP, SMA maupun pas kuliah sekarang. Dan hampir 90% selalu berhasil gan..

Teman-teman ane juga ane kasih tahu tekniknya dan ternyata mereka juga bisa melakukannya. Ane sendiri bingung gan, kenapa bisa mudah sekali melakukannya.

Lalu ane googling dan pengen tahu arti telepati itu sendiri. Dan ternyata secara ilmiah emang telepati bisa dilakukan tiap orang. Istilah telepati sendiri biasa diartikan sebagai Pemindahan Pikiran atau Membaca Pikiran. Didunia Metafisika ini di golongkan pada E .S .P atau Extra Sensory Perception. Telepati dapat melampaui batas lautan dan benua bahkan dengan mudahnya keliling dunia



Bagaimana terjadinya TELEPATI rasanya sampai sekarang orang belum dapat menjelaskannya dengan pasti dan jelas. Tapi yang sampai saat ini banyak dianut oleh para Praktisi adalah sebagai getaran dari Bathin bawah sadar seseorang kepada Bathin bawah sadar orang tertuju.

Banyak kejadian sehari - hari yang tanpa kita sadari sebetulnya adalah peristiwa TELEPATI ,misalnya seorang ibu dapat merasakan sakit anaknya yang jauh dirantau ,walaupun jarak yang memisahkannya melebihi Benua bahkan belahan Dunia.

Seorang SUAMI dapat merasakan Sakit ISTRINYA pada saat sang istri MELAHIRKAN...,biasanya pada Anak Pertama. itulah Telepati.

Nah gan, untuk melatih telepati sangatlah mudah, bahkan Agan akan bisa melakukannya 5 menit setelah membaca trit ane ini gan

Kemudahan Agan dalam bertelepati sedikit dipengaruhi hal-hal berikut gan:
1. Kebersihan hati, semakin agan hatinya bersih, ikhlas, jauh dari maksiat biasanya semakin mudah dalam melakukan telepati

2. 2 orang yang bertelepati lebih mudah dilakukan bila 2 orang itu mempunyai hubungan darah. Misalnya saudara kembar, ibu dengan anaknya, adik dan kakak..

3. Misalpun tak punya hubungan darah juga gpp. Sinyal telepati juga bisa terkirim antara dua orang yang saling mencintai (suami-istri), sahabat yang sangat dekat, atau rekan kerja/bisnis yang juga cukup dekat.

4. Sinyal telepati juga bisa terkirim dari 2 orang yang walaupun tidak saling kenal, tetapi memiliki kesamaan sifat, kepribadian, dan kondisi hidup/lingkungannya.

Nah gan, sebelum posting trit ini ane sempet iseng ngetest kemampuan telepati ane sama istri ane (karena udah lama nggak dilatih). Ane suruh istri ane ngebayangin angka, dan ane bisa menebaknya. 3 kali putaran dan semuanya 100 % tepat.

Agan pun bisa coba praktekin ini pada temen agan, saudara kembar agan (kalau ada), adik/kakak. Kalau saudara ga ada, mending temen deket atau temen yang mempunyai kesamaan sifat/hobi, intinya semua orang juga boleh deh, tp cari dulu yg sesuai kriteria diatas, kalau ga ada baru siapa aja boleh agan ajak sebagai kelinci percobaan agan.

Gini cara mainnya, agan lakukan petunjuk prakteknya seperti ini:
1. Rileks dulu gan..

2. Suruh temen agan milih angka gan, rangenya kecil dulu aja gan, suruh milih angka dari 1 sampai 5 (1,2,3,4,5), disuruh milih dalam hati aja gan,jangan disebutin.

3. Menyamakan cara berfikir antara agan dengan temen agan. Caranya agan mengajak wawancara teman agan dulu (sebagai formalitas saja), tirukan dialog dibawah ini : (A=Agan; T=Teman Agan)

A: Siapa Nama Lengkapmu ?
T: Muhammad Taufiq (misalnya namanya itu, yg jelas nanti Teman Agan harus menjawab sejujur-jujurnya)

(walaupun agan udah kenal dia sebelumnya, formalitas ini penting. Sesaat setelah Teman agan menyebut namanya. Agan anggap bahwa Agan bernama Muhammad Taufiq (nama temen agan pokoknya)

A: Dimana Alamat tinggalmu ?
T: Di perumahan Sumber belakang stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah

(Agan langsung anggap bahwa rumah Agan adalah di perumahan Sumber belakang stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, rasakan lingkungannya gan.. imajinasikan agan kalau pulang sekolah pulangnya ke rumah di perumahan sumber tsb)

A: Dimana Sekolahmu ?
T: SMA 4 Surakarta

(Agan harus anggap bahwa agan bersekolah disitu (SMA 4 Surakarta), bayangkan seragamnya seperti apa, bayangkan agan harus bangun pagi berangkat sekolah ke arah SMA 4 Surakarta.)

A: Siapa nama Bapakmu ?
T: Bejo

(Agan resapi bahwa nama bapak Agan adalah Bejo)

A: Apa warna kesukaanmu ?
T: Merah

(Agan bayangkan agan suka warna merah, suka hal-hal/atribut yang berwarna merah, dll)

Intinya gan, agan harus menganggap diri agan adalah diri teman agan! Resapi dan Imajinasikan !!

4. Merenung sejenak gan, resapi bahwa agan punya kepribadian seperti kepribadian teman agan, misalnya teman agan suka main PS dan pemalas,maka agan harus menganggap bahwa agan adalah seorang pemalas yang suka main PS. (agan boleh ambil kepribadian apapun yang nampak pada diri teman agan)

5. Rileks lagi gan ! Sampai agan yakin bahwa cara berfikir, cara pandang, identitas, dan kondisi agan sudah sama dengan teman agan, dan agan berperan sebagai teman agan.

6. Terakhir. beri aba-aba dan Suruh teman agan teriakkan angka yang dipilih tadi di dalam hatinya gan! (ingat, teriak dalam hati,jangan diucapkan!)

7. Plong ! saat itu juga dihati agan akan ada sebuah angka yang muncul dengan sendirinya. sebutkan langsung gan

8. Dan Wow, teman anda pasti akan terkejut dan terheran-heran, karena angka yang agan sebutkan adalah angka yang dipilih dan diteriakkan dalam hati teman agan tadi.

NB: Agan harus rileks, ketika agan menyuruh teman agan meneriakkan angka didalam hatinya, agan tidak boleh membayangkan: angka berapa ya yang harus kupilih. Intinya hati agan tidak boleh terkontaminasi oleh angka-angka, karena angkanya nanti muncul sendiri. Agan boleh melototin lukisan dinding agan, biar pikiran agan jauh dari angka-angka. Jangan takut salah gan, kalau agan takut salah sebut angka,maka agan akan ragu-ragu dan akan banyak pilihan angka lainnya, yang jelas fokuskan pikiran agan ke hal lain, lalu angka yang diteriakin di dalam hati temen agan AKAN MUNCUL DENGAN SENDIRINYA dihati agan.

LAKUKAN SEMUA ITU DENGAN SPONTAN GAN, JANGAN RAGU-RAGU!

Masih newbienih gan, kalo berkenan mohon dibantu share ke temen2 agan ya!!

thx gan atas komengnya,harap posting testimoni agan setelah agan mempraktikkannya.

Membaca Pikiran Orang Lain

Banyak anggapan bahwa membaca pikiran adalah pekerjaan seorang psikolog, paranormal atau bahkan dukun. Namun, percaya atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari, anda semua adalah seorang pembaca pikiran. Sebab, tanpa kemampuan untuk mengetahui pikiran serta perasaan orang lain, kita semua tak akan mampu menghadapi situasi sosial semudah apapun. Dengan membaca pikiran, kita dapat membuat perkiraan tentang tingkah laku seseorang lalu membuat kita dapat menentukan keputusan berikutnya.
Jika kita melakukan pembacaan ini dengan buruk, dampaknya bisa serius: konflik bisa saja terjadi akibat kesalahpahaman. Contoh yang nyata kesulitan mengenali pikiran dan perasaan orang lain—mindblindness, dapat dilihat pada penyandang autisme, dimana ketidakmampuan tersebut menjadi suatu kondisi yang mengganggu.
Kemampuan membaca pikiran ini, yang oleh William Ickes—profesor psikologi di University of Texas, disebut sebagai emphatic accuracy.
Darimana asalnya?
Kemampuan (terbatas) kita untuk membaca pikiran menurut Ross Buck–profesor Communication Sciences di University of Connecticut, memiliki sejarah yang amat panjang. Dikatakannya bahwa, melalui jutaan tahun evolusi, sistem komunikasi manusia berkembang menjadi lebih rumit saat kehidupan juga menjadi lebih kompleks. Membaca pikiran lantas menjadi alat untuk menciptakan dan menjaga keteraturan sosial; seperti membantu mengetahui kapan harus menyetujui sebuah komitmen dengan pasangan atau melerai perselisihan dengan tetangga.
Kemampuan ini sendiri muncul sejak manusia dilahirkan. Bayi yang baru lahir lebih menyukai wajah seseorang dibandingkan stimulus lainnya, dan bayi berusia beberapa minggu sudah mampu menirukan ekspresi wajah. Dalam 2 bulan, bayi sudah dapat memahami dan berespon terhadap keadaan emosional dari pengasuhnya. Nancy Eisenberg, profesor psikologi di Arizona State University dan ahli dalam perkembangan emosional, menuturkan bahwa bayi berusia 1 tahun mampu mengamati ekspresi orang dewasa dan menggunakannya untuk menentukan tingkah laku berikutnya. Lanjutnya, bayi usia 2 tahun mampu menyimpulkan keinginan orang lain dari tatapan matanya, dan di usia 3 tahun, bayi dapat mengenali ekspresi wajah gembira, sedih atau marah. Saat menginjak usia 5 tahun, bayi sudah memiliki kemampuan dasar untuk membaca pikiran orang lain; mereka telah memiliki “teori pikiran.” Bayi tersebut mampu memahami bahwa orang lain memiliki pemikiran, perasaan dan kepercayaan yang berbeda dengan yang mereka miliki.
Anak-anak tadi mengembangkan kemampuan membaca pikiran dengan mengamati pembicaraan orang dewasa, dimana mereka membedakan kompleksitas aturan dan interaksi sosial. Selain itu, kegiatan bermain dengan teman sebaya juga dapat melatih anak untuk membaca pikiran anak lainnya. Namun, tak semua anak bisa mengembangkan kemampuan ini. Anak-anak yang mengalami penelantaran dan kekerasan cenderung mengalami hambatan dalam mengembangkan kemampuan membaca pikiran ini. Sebagai contoh, anak yang dibesarkan dalam keluarga yang penuh dengan kekerasan, mungkin akan jauh lebih peka terhadap ekspresi marah, walaupun sesungguhnya emosi marah tidak muncul.
Lanjut lagi, kemampuan membaca pikiran yang lebih maju biasa muncul pada masa remaja akhir. Hal ini terjadi karena kemampuan untuk menyimpan perspektif dari beberapa orang di saat yang sama—dan lalu mengintegrasikannya dengan pengetahuan kita dan orang yang bersangkutan itu—seringkali membutuhkan kemampuan otak yang sudah jauh berkembang.
Bagaimana Membaca Pikiran?
Membaca bahasa tubuh
adalah komponen inti dari membaca pikiran. Lewat bahasa tubuh, kita bisa mengetahui emosi dasar seseorang. Peneliti menemukan bahwa ketika seseorang mengamati gerak tubuh orang lain, mereka dapat mengenali emosi sedih, marah, gembira, takut dll, bahkan ketika pengamatan hanya dilakukan dengan pencahayaan yang minim.
Ekspresi wajah juga merupakan penanda bagi kita untuk dapat mengetahui apa yang dipikirkan orang lain. Namun sayangnya, banyak dari kita yang tidak mampu untuk mendeteksi ekpresi ini. Salah satu sumber yang kaya akan penanda ini adalah mata seseorang; otot-otot di sekitar mata. Mata seseorang adalah sumber penanda yang paling kaya jika dibandingkan bagian lain yang ada di wajah. Contohnya: mata yang turun ketika sedih, terbuka lebar ketika takut, terlihat tidak fokus kala sedang berkhayal, menatap tajam penuh kecemburuan, atau menatap sekitarnya ketika tidak sabar.
Kita dapat semakin tahu pikiran orang lain dari komponen-komponen dalam percakapan—kata-kata, gerak tubuh, dan nada suara. Namun diantara ketiganya, Ickes menemukan bahwa isi pembicaraan menjadi komponen terpenting dalam membaca pikiran dengan baik.
Menjadi Pembaca Pikiran Ulung
Lalu, bagaimana kita bisa menjadi seorang pembaca pikiran yang lebih baik? Tim dari Psychology Today telah merumuskan beberapa hal yang bisa membantu kita membaca pikiran.
Kenalilah orang lain. “Kemampuan membaca pikiran akan meningkat, semakin kita mengenal lawan bicara kita,” kata William Ickes. Jika kita berinteraksi dengan seseorang selama kurang lebih sebulan, kita akan lebih mudah untuk mengenali apa yang ia pikirkan dan rasakan. Hal tersebut dapat terjadi karena: kita mampu mengartikan kata-kata dan tidakan orang lain dengan lebih tepat, setelah mengamatinya dalam berbagai situasi; kedua, kita mengetahui apa yang terjadi dalam hidup mereka, dan mampu menggunakan pengetahuan itu untuk memahami mereka dalam konteks yang lebih luas.
Minta umpan balik. Penelitian menunjukkan bahwa kita dapat meningkatkan kemampuan membaca dengan cara menanyakan kebenaran dari tebakan kita. Misalnya, “Saya mendengar, sepertinya Engkau sedang marah. Benar tidak?”
Perhatikan bagian atas dari wajah. Emosi yang palsu, biasanya diungkapkan pada bagian bawah wajah seseorang. Sedangkan, menurut Calin Prodan—profesor neurologi di University of Oklahoma Health Sciences Center, emosi utama bisa dilihat dari sebagian ke atas wajah, biasanya di sekitar mata.
Lebih ekspresif. Ekspresivitas emosi cenderung timbal balik. Ross Buck, “semakin kita ekspresif, semakin banyak pula kita akan mendapat informasi mengenai kondisi emosional dari orang lain di sekitar kita.”
Santai. Menurut Lavinia Plonka, pengarang Walking Your Talk, seseorang cenderung “menyamakan diri” dengan lawan bicaranya melalui postur tubuh dan pola napas. Jika anda merasa tegang, teman bicara anda bisa saja, secara tak sadar, menjadi tegang pula lalu terhambat, dan akhirnya menjadi sulit untuk dibaca. Ambillah napas panjang, senyumlah, dan coba untuk menampilkan keterbukaan dan penerimaan kepada siapapun yang bersama anda.
Tinjauan Kritis
Perlu kita ingat, bahwa ekspresi emosi bisa berbeda di berbagai budaya. Ekspresi sedih di satu budaya, bisa jadi diinterpretasikan sebagai emosi lain di budaya lain. Jadi jika ingin membaca seseorang, kita perlu memperhatikan pula unsur budaya yang berlaku di tempat tinggal orang itu, jangan sampai salah menebak, atau bahkan memicu terjadinya kesalahpahaman.
Kita juga tak bisa mengesampingkan fenomena membaca pikiran ini sebagai sebuah fenomena yang biasa diasosisasikan dengan kemampuan supranatural, sebab percaya tidak percaya, memang ada orang-orang yang memiliki kemampuan untuk membaca pikiran yang sulit dijelaskan ilmu pengetahuan. Setidaknya penulis telah menemukan beberapa orang dengan kemampuan membaca pikiran, yang bahkan mampu melihat masa depan dan berbagai macam hal yang sulit diterima nalar.
Sumber Pustaka
Mind Reading – Psychology Today

Entri Populer